American Academy of Pediatrics (AAP) baru saja merilis pernyataan penting yang menyerukan agar pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat luas bekerja sama membantu anak-anak dan remaja yang menjadi korban eksploitasi—baik dalam bentuk kerja paksa maupun perdagangan seks. Pernyataan ini dimuat dalam jurnal Pediatrics edisi Juli 2025.

AAP mengusulkan agar kita melihat isu perdagangan anak ini dengan pendekatan kesehatan masyarakat, karena dampaknya bisa sangat serius bagi fisik dan mental anak-anak. Sayangnya, masih banyak daerah, terutama di wilayah pedesaan, yang kekurangan pelatihan dan sumber daya untuk menangani masalah ini dengan baik.

“Anak-anak ini ada di sekitar kita. Mereka bisa jadi bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tukang bangunan, atau bahkan jualan dari rumah ke rumah,” kata Dr. Jordan Greenbaum, dokter anak sekaligus penulis utama pernyataan ini.

“Beberapa bahkan terlibat dalam aktivitas ilegal seperti perdagangan seks dan kejahatan yang dipaksa,” tambahnya.

Dr. Greenbaum menekankan, kita semua punya peran—bukan cuma penegak hukum atau tenaga medis, tapi juga masyarakat umum—untuk menyediakan lingkungan yang aman, perawatan medis, dan akses layanan dasar bagi anak-anak yang rentan ini.

Bagaimana Mengenali Anak yang Dieksploitasi?

AAP mendorong agar tenaga kesehatan diberikan pelatihan khusus untuk mengenali tanda-tanda eksploitasi, misalnya:

Pelatihan harus mengedepankan pendekatan berbasis trauma, hak asasi manusia, serta sensitif terhadap budaya, supaya anak merasa aman dan tidak dihakimi saat dibantu.

Fakta yang Mengejutkan

Eksploitasi tenaga kerja terjadi saat anak dipaksa bekerja dengan cara yang tidak adil, biasanya disertai kekerasan, ancaman, atau penipuan. Sementara perdagangan seks bisa terjadi baik secara langsung maupun melalui internet, bahkan tanpa harus ada kekerasan—cukup dengan adanya pertukaran sesuatu yang bernilai (uang, barang, atau fasilitas).

Tantangan Besar di Era Modern

Masalah perdagangan anak ini diperparah oleh banyak hal, termasuk:

Anak-anak dari kelompok rentan seperti imigran tanpa dokumen juga berada dalam bahaya tinggi. Banyak dari mereka takut melapor karena khawatir dipulangkan atau mengalami masalah hukum.

“Anak-anak ini sering mengalami dampak kesehatan yang sangat berat, baik fisik maupun mental,” jelas Dr. Greenbaum. “Tapi kita bisa bantu, mulai dari edukasi, kampanye kesadaran, hingga mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada korban.”

Ajak Semua Pihak Terlibat

Pernyataan ini dibuat oleh tim medis AAP berdasarkan riset terbaru dan melalui proses peninjauan yang ketat. Harapannya, publik dan pemangku kebijakan bisa lebih peduli, tanggap, dan aktif membantu anak-anak korban eksploitasi ini untuk kembali mendapatkan masa depan yang aman dan layak.****

Hilman/Freepik.com

Referensi:

https://www.healthychildren.org/English/news/Pages/AAP-U-S-a-hub-of-human-trafficking-exploitation-of-children-and-teens.aspx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *